GOOGLE

Search results

Sunday, September 9, 2018

4 PILAR UNESCO SEBAGAI RUJUKAN KEPEMIMPINAN ERA MILENIAL


Setiap masa punya pemimpin dan setiap pemimpin punya masa, dan ungkapan bijak tersebut berlaku untuk semua masa termasuk era saat ini yang orang menyebutnya Era Milenial atau  Posmoderenisme. Yang mana pada era ini orang orang di tuntut untuk lebih peka terhadap teknologi dan persaingan global. Sebagai generasi milenia, kita harus mengakui bahwa untuk masuk dalam bursa persaingan milenial ini kita harus memiliki modal dan fondasi yang kuat salah ratu rujukannya adalah 4 pilar UNESCO.
Pilar tersebut antara lain 1) Learning to Know, generasi milenial dituntut untuk berproses serta mengetahui kebutuhan lingkungan masyarakat sekitar. Inti dari poin ini adalah memperkaya ilmu pengetahuan adalah hal yang fundamental bagi generasi milenial. 2) Learning to be, Selanjutnya generasi milenial menyadari potensi diri. Setiap generasi memiliki potensi dalam diri masing-masing untuk disalurkan pada lingkungan. 3) Learning to do, setelah ilmu pengetahuan dan potensi diri selanjutnya generasi milenial mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan atau berinovasi dan kreativitas sesuai dengan kebutuhan zaman. 4) Learning to live together, kita sadar bahwa manusia adalah makhluk social yang hidup berdampingan satu sama lain. Norma social salah satunya adalah menghargai keberagaman suku,agama dan karakter setiap individu dan generasi milenial dapat beradaptasi didalam keberagaman itu.
Dari 4 pilar pilar tersebut dapat kita simpulkan bahwa bekal generasi milenial dimulai dengan pengayaan ilmu pengetahuan sebagai podasi awal bagi setiap generasi untuk melangkah karena dari hal itu kita akan mengetahui potensi yang ada dalam diri. Setelah menyadari potensinya, setiap individu menyalurkannya dalam kehidupan masyarakat dengan inovasi-inovasi dan kreativitas baru mengikuti perkembangan zaman dan kebutuhan lingkungan. Dari hal itu pula setiap generasi akan menjaga keutuhan kehidupan sosial dan menjaga persaingan global di era milenial ini.
Pada akhirnya saya ingin mengatakan “Perkaya diri dengan Ilmu Pengetahuan dan Perdalam potensi diri atau kita tergilas oleh Zaman”

Riswandi Haris
#090918

Thursday, June 22, 2017

Untuk Guruku

Salam sahabat blogger..
"Jadikan Setiap Tempat Sebagai Sekolah dan Jadikan Semua Orang Sebagai Guru" (Ki Hajar Dewantara)
Menempuh jenjang pendidikan merupakan jalan yang di lalui setiap manusia meraih mimpi dan cita-citanya. Baik pendidikan formal maupun non formal. Untuk pendidikan formal umumnya di mulai pada level SD,SMP,SMA hingga Perguruan Tinggi yang di dalamnya ada guru dan dosen sebagai tenaga pendidik. Sementara pendidikan non formal didapatkan melalui variabel lingkungan, entah itu orang tua, sahabat,teman, masyarakat dan organisasi.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap mereka maka saya akan mengungkapkan luapan terima kasih kepada mereka khususnya para guru-guru di sekolah dan dosen di perguruan tinggi. Karena kita tahu bahwa guru/dosen merupakan orang tua kedua kita setelah orang tua kandung sehingga tidak salah kiranya ketika mereka kita panggil dengan sapaan Ibu/Bapak, Ibunda/Ayahanda.
Oleh karena itu, melalui kesempatan ini saya ingin mengatakan
"Terima kasihku wahai kalian guruku, karena telah menempah kami menjadi tahu apa yang kami tidak ketahui, dari kebodohan menjadi kecerdasan"
"Siapapun saya saat ini semua karena kalian, menyelamatkan kami dari ketersesatan dan kembali memberi semangat hidup"
"Guru yang memberkati kami kesuksesan, kekuatan sehingga kami merasakan hidup yang lebih baik dan membuat saya merasa beruntung pernah menjadi murid dari kalian"
"Orang tua yang senantiasa terbuka, membimbing kami menyelesaikan hal sulit menjadi mudah,guru yang mengajari kami untuk terus mencoba dan tidak pernah putus harapan"
"Terima kasih telah memberi kami sayap lalu mengajar untuk terbang menyusuri cakrawala ilmu pengetahuan"
Rasa terima kasih ini sebenarnya belum cukup membalas semua jasa dan pengorbanan yang telah di berikan kepada kami semua. Tapi ungkapan ini perlu kami luapkan sebagai apresiasi kami terhadap guru-guru dan dosen.
Semoga kami semua tidak lupa bahwa kami pernah meminjam ilmu pengetahuan dari sang pahlawan tanpa tanda jasa.
"Kami berhutang budi, kemanapun kami pergi, apapun yang kami lakukan,kami tidak akan pernah melupakan semuanya" 
"Semoga Tuhan senantiasa melimpahkan dan mencurahkan rahmatnya serta membalas jasa-jasa Ibu Bapak Guru"
Sekali lagi... Terima kasihku wahai kalian guru-guruku

Saturday, April 15, 2017

Sajak Malam

"Bulan terlalu terang untuk malam suram, namun tidak untuk bintang yang redup"

"Berkeliplah bintang dan menarilah dalam kegelapan, jika fajar nanti menyapumu pergi yakin esok kau akan kembali untuk malam yang lebih indah"

"Bunga tidur mekar dalam lelap, merambah jagat raya alam bawah sadar
Hadirmu terlalu indah namun semu
Ahh, acuhkan saja
Kali saja itu bunga nyata yang tak mengenal layu"

Ibu, 7 tahun sudah kita tak bersama
7 tahun sudah senyummu hanya terniang dalam khayalan
Ibu, kemarin air mataku tak terbendung menetes di hari bahagiaku
Di sekitarku ada wajah berseri bersama senyuman bahagianya
Ku menoleh, berharap ada engkau di sana juga tersenyum namun hanya wajah orang lain..
Ibu, anakmu yakin bahwa saat itu engkau hadir di antara mereka
Menyaksikan momen indah itu dan melontarkan senyuman bahagiamu..
Ibu, dalam setiap denyut nadiku ada semangatmu bersamaku dan yakinlah bahwa anakmu ini akan membuat mu lebih bahagia di alam sana dan membayar tetesan perjuanganmu..
Ibu, bahagialah engkau di sana 
Titip rinduku dari anakmu


Saturday, February 25, 2017

ILMU KEOLAHRAGAAN (IKOR) DAN PROSPEKNYA



ILMU KEOLAHRAGAAN (IKOR) DAN PROSPEKNYA

            Sebentar lagi Ujian Akhir Nasional (UAN) tentunya sebagian dari siswa-siswa SMA mulai merencanakan kemana mereka akan melanjutkan jenjang pendidikannya ke perguruan tinggi baik negeri maupun swasta. Jalur masuk di tahun 2017 ini tidak jauh berbeda dengan tahun 2016 yang lalu antara lain SNMPTN dan SBMPTN untuk nasional serta Jalur Mandiri dll untuk masing-masing Universitas. Dengan begitu, para siswa telah memiliki planning study sesuai dengan minat dan bakatnya serta ada pula yang mengikuti keinginan orang tuanya. Kita sebut saja Pendidikan,Kesehatan,Hukum,Sosial,Olahraga,Ekonomi dll.
Nah kali ini saya akan membagikan satu referensi jurusan yang adik-adik calon mahasiswa akan ambil ketika mendaftar nanti khususnya yang berminat kuliah di Fakultas Ilmu Keolahrgaan Universitas Negeri Makassar (FIK UNM).
Seperti yang adik-adik ketahui bahwa di FIK UNM terdapat 4 Jurusan/Prodi antara lain Pendidikan Jasmani dan Rekreasi (PENJASKESREK), Pendidikan Kepelatihan Olahraga, Ilmu Keolahragaan (IKOR) dan Pendidikan Olahraga Ke-SD-an (PGSD Dikjas). Namun tidak sedikit yang tahu bahwa di antara keempat jurusan tersebut salah satu di antaranya berstatus NON KEPENDIDIKAN yakni Ilmu Keolahragaan (IKOR).  Pada kesempatan ini saya ingin membagikan informasi tentang Program Studi Ilmu Keolahragaan mulai dari sejarah, mata kuliah,fasilitas dan prospek dari program studi ini.
1.      Secuil Sejarah Program Studi Ilmu Keolahragaan (IKOR)

Program Studi Ilmu Keolahragaan (IKOR) di bentuk sejak tanggal 26 April 1999 berdasarkan SK DIKTI No.174/DIKTI/KEP/1999 kemudian di susul SK Rektor No.3744/J38.H/HK/2003 pada tanggal 22 Agustus 2003. Kemudian dengan UU No. 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional menjadi penguatan Hukum untuk Ilmu Keolahragaan di Indonesia tak Terkecuali IKOR FIK UNM .
Kehadiran program studi Ilmu Keolahragaan (Non Kependidkan) merupakan salah satu persyaratan berubahnya nama IKIP UJUNGPANDANG menjadi Universitas Negeri Makassar (UNM) hingga saat ini. Program Studi Ilmu Keolahragaan saat ini telah terakreditasi olen BAN-PT dengan status Akreditasi B”.
2.      Visi dan Misi Program Studi Ilmu Keolahragaan (IKOR)

Sejatinya setiap institusi atau organisasi harus memiliki visi dan misi sehingga tujuan dan sasaran kerja lebih terarah tak terkecuali Program Studi Ilmu Keolahragaan. Adapun Visi dan Misi Program Studi Ilmu Keolahragaan antara lain :
Visi      : “Menjadi Pusat Pendidikan,Pengkajian,Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Keolahragaan”
Misi     :
1.      Menyelenggarakan PendidikanUntuk Menghasilkan Sumber Daya Manusia di Bidang IlmuKeolahragaan yang mampu melakaukan upaya-upaya Produktif
2.      Melakukan Kegiatan Penelitian dan Pengkajian yang Inovatif dalam Rangka Penerapan IPTEK di BIdang Keolahragaan
3.      Menerapkan IPTEKS dalam Ilmu Keolahragaan dalam bentuk Pengabdian Masyarakat yang Bermanfaat Untuk Kesehatan,Kebugaran dan Kesejahteraan Masyarakat
3.      Mata Kuliah Program Studi Ilmu Keolahragaan (IKOR)

Sebagai program studi yang berorentasi pada pendalaman keilmuan olahraga maka mata kuliah yang di ajarkan pada program studi Ilmu Keolahragaan lebih banyak tentang Sains yang lebih terspesifik seperti ANATOMI, FISOLOGI UMUM, FISIOLOGI OLAHRAGA, BIOMEKANIKA, FISIOTERAPI,MASSAGE, CEDERA OLAHRAGA, KINESIOLOGI OLAHRAGA, OLAHRAGA LANSIA, OLAHRAGA DAN LINGKUNGAN HIDUP, KESEHATAN OLAHRAGA, KESEHATAN MENTAL, MANAGEMEN OLAHRAGA DLL.
4.      Prospek Program Studi Ilmu Keolahragaan (IKOR)
Sebelum memilih Program Studi Ilmu Keolahragaan (IKOR) akan timbul di benak satu pertanyaan “ Kalau Bukan Jadi GURU, Lulusan IKOR mau jadi APA ?. Berikut ini saya berikan prospek Prodi IKOR kedepannya
a.      KONSULTAN OLAHRAGA
Menjadi konsultan olahraga merupakan  salah  satu  peluang  dan  strategi  pengembangan keolahragaan. Pengembangan ini meliputi ahli manajemen olahraga, ahli administrasi olahraga, tenaga keolahragaan dan pengorganisasian olahraga. Jika niatnya ingin kerja kantoran maka sasaran kerjanya adalah KEMENPORA,KONI,KOI,dan DISPORA baik Provinsi maupun Kab/Kota. Tawaran tersebut di dasari dengan mata kuliah yang ada di PRODI IKOR antara lain Manajemen Olahraga, Organisasi dan Sistem Pertandingan, Sarana Dan Prasarana Olahraga, Manajemen Kebugaran, Metode Analisis Latihan CABOR, Sosiologi Olahraga dll. Kemudian di bekali dengan pengalaman Magang dan PKL.
b.      Tenaga Ahli Tes Pengukuran dan Evaluasi Olahraga
Lulusan IKOR sangat di butuh oleh instansi/organisasi olahraga baik daerah, regional maupun nasional, club olahraga khususnya tenaga ahli tes pengukuran dan evaluasi olahraga, beberapa mata kuliah yang menunjang hal tersebut antara lain Tes dan Pengukuran Dasar/Lanjutan, metode Penelitian Dasar/Lanjutan, Laboratorium dan Perpustakaan Olahraga, Psikologi Olahraga, analisis mekanika cabang olahraga dll.
c.       Tenaga Ahli Medis Olahraga
Menjadi tenaga medis olahraga merupakan sasaran bagi lulusan Ilmu Keolahragaan. Setiap klub olahraga maupun fitness membutuhkan tenaga ahli medis olahraga dan Ilmu Keolahrgaan memberikan mata kuliah yang menjadi modal untuk menjadi tenaga medis. Adapun mata kuliah tersebut Anatomi Olahraga, Fisiologi Olahraga, Fisioterapi Olahraga, Biomekanika Olahraga, Massage, Cedera Olahraga, Sistem Energi, Psikologi Olahraga, Kesehatan Mental dll.
d.      Tenaga Ahli Reserch Keolahragaan
Pengembangan  ahli  peneliti  khusus  dibidang  olahraga  juga merupakan kesempatan dan peluang yang dapat dikembangkan oleh lulusan IKOR, apalagi setelah penetapan Sistem Keolahragaan Nasional mengisyaratkan  bahwa  pembangunan  olahara  nasional  menggunakan pendekatan ilmu pengetahuan dan teknologi keolahragaan. Menurut UU No. 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional, Pasal 74,  yaitu: (1) Pemerintah,  pemerintah  daerah, dan/atau masyarakat melakukan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi secara berkelanjutan untuk memajukan keolahragaan nasional, (2)   Pemerintah,   pemerintah   daerah,   dan/atau   masyarakat   dapat membentuk lembaga penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan dan  teknologi  keolahragaan  yang  bermanfaat  untuk  memajukan pembinaan   dan   pengembangan   keolahragaan   nasional, (3) Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagaimana dimaksud pada  ayat (1)  diselenggarakan  melalui  penelitian,  pengkajian,  alih teknologi, sosialisasi, pertemuan ilmiah, dan kerja sama antar lembaga penelitian, baik nasional maupun internasional yang memiliki spesialisasi ilmu pengetahuan dan teknologi keolahragaan, (4) hasil pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disosialisasikan   dan   diterapkan   untuk   kemajuan   olahraga,   dan (5) ketentuan lebih lanjut  mengenai pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi keolahragaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sampai dengan ayat (4) diatur dengan Peraturan Pemerintah. Peran  serta  dan  tanggungjawab  ilmuwan  keolahragaan  melalui penelitian dan pengembangan IPTEKS dengan partisipasi pemerintah maupun pemerintah daerah dapat diwujudkan dalam bentuk melibatkan ahli-ahli  ilmu  keolahragaan  di  setiap  lembaga  penelitian  baik  milik pemerintah maupun non pemerintah
e.       Pendidik/Dosen
Semua Jurusan atau Program Studi pastinya memberikan kesempatan kepada semua lulusannya untuk menjadi tenaga pendidik ataupun dosen tak terkecuali Program Studi Ilmu Keolahragaan.

Kunci dari semua prospek di atas adalah "If You Believe, You Can Do It". 
 
Demikian sekilas tentang Prodi IKOR FIK UNM yang bisa menjadi  referensi untuk kedepannya. Sebelum saya mengakiri tulisan ini, ada kutipan kata-kata dari Bapak Proklamator RI (Ir.Soekarno) yang mengatakan “Mari Memasyarakatkan Olahraga dan Olahragakan Masyarakat”. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat buat seluruh pembaca baik siswa calon mahasiswa, mahasiswa dan alumni IKOR, serta seluruh elemen masyarakat. Wassalam.





Monday, January 16, 2017

PERBANDINGAN PENGARUH LATIHAN INTENSITAS SEDANG DAN LATIHAN INTENSITAS TINGGI TERHADAP GLUKOSA DARAH PADA ATLET FUTSAL VIKING FC.


SKRIPSI 
AMRIYANSA (PRODI IKOR FIK UNM)
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA BERPIKIR DAN HIPOTESIS
A.  Tinjauan Pustaka
Teori yang disajikan pada bab tinjauan pustaka menerangkan hubungan antara beberapa konsep yang digunakan untuk menjelaskan masalah penelitian. Konsep-konsep tersebut kemudian akan dijabarkan menjadi variabel-variabel penelitian. Oleh sebab itu, bab ini juga harus menyajikan temuan-temuan penelitian yang berkaitan dengan masalah atau variabel penelitian yang pernah dilakukan oleh peneliti-peneliti sebelumnya. Berdasarkan temuan-temuan tersebut peneliti kemudian menyajikan suatu kerangka teori yang menjelaskan tentang hubungan antar variabel yang akan diteliti, singkatnya melalui bab tinjauan pustaka inilah seorang peneliti diharapkan dapat memberikan penjelasan kepada pembaca mengenai dasar pemikiran atau dasar teori dilakukannya penelitian, terutama mengenai mengapa suatu masalah dipilih untuk diteliti dan mengapa beberapa variabel tertentu dianggap dapat memberikan kejelasan terhadap masalah yang akan diteliti. Oeh karena itu, hal-hal yang akan dikemukakan dalam tinjaun pustaka ini adalah sebagai berikut.
1.      Futsal
8
Olahraga merupakan hal yang sangat dekat dengan manusia kapan dan dimana saja berada. Sebab olahraga merupakan salah satu kebutuhan hidup yang harus dipenuhi oleh setiap manusia. Olahraga menempati salah satu kedudukan terpenting dalam kehidupan manusia. Dalam kehidupan modern sekarang ini manusia tidak bisa dipisahkan dari kegiatan olahraga baik sebagai salah satu pekerjaan khusus, sebagai tontonan, rekreasi, mata pencaharian, kesehatan maupun budaya.
 Salah satu cabang olahraga yang saat ini sangat diminati oleh seluruh lapisan masyarakat, terutama kaum muda adalah olahraga futsal. Hal ini disebabkan karena olahraga futsal hanya memerlukan peralatan yang sederhana serta mendatangkan kesenangan bagi yang bermain. Menurut Kamus Pintar Futsal (2005: 22), futsal adalah permainan bola yang dimainkan oleh dua regu, yang masing-masing beranggotakan 5 orang. Tujuannya adalah memasukkan bola ke gawang lawan, dengan memanipulasi bola dengan kaki. Selain lima pemain utama, setiap regu juga diijinkan memiliki pemain cadangan. Tidak seperti permainan yang menggunakan bola dalam ruangan lainnya, lapangan futsal dibatasi garis, bukan net atau papan.
Menurut Roeslan Hatta (2003: 9) olahraga futsal merupakan olahraga futsal mini yang dilakukan dalam ruangan dengan panjang lapangan 38-42 meter dan lebar 15-25 meter dan di mainkan dua babak dengan durasi waktu 2x20 menit, durasinya bisa lebih untuk memberi waktu untuk di lakukan dengan tendangan penalty atau tendangan bebas langsung terhadap tim yang melakukan lebih dari lima kali pelanggaran. Dimainkan oleh 5 pemain termasuk penjaga gawang. Futsal adalah permainan hampir sama dengan sepakbola, dimana dua tim memainkan dan memperebutkan bola diantara para pemain dengan tujuan dapat memasukkan bola kegawang lawan dan mermpertahankan gawang dari kemasukan bola.
Menurut Justin Lhaksana (2004: 19) sebelum berkembang menjadi cabang olahraga yang kedudukannya sejajar dengan sepakbola rumput, futsal ditekuni sebagai sarana pengarahan dan pembentukan para pemain muda yang ingin berkarir dalam bidang futsal Futsal diciptakan di Montevedeo, Urugua pada tahun 1930, oleh Juan Carlos Ceriani. Keunikan futsal mendapat perhatian di seluruh Amerika Serikat, terutama di Brasil. Keunikan yang dikembangkan dalam permainan ini dapat dilihat dari gaya terkenal di dunia yang diperlihatakn pemain-pemain Brasil di luar ruangan, pada lapangan berukuran biasa. Pele, bintang terkenal Brasil, contohnya, mengembangkan bakatnya difutsal. Pusat futsal dunia berada di Brasil. Ini terjadi bukan dengan tiba-tiba tetapi karena beberapa kali Brasil menjadi juara dalam pertandingan futsal Internasional. Selain itu beberapa pemain bola terkenal yang berasal dari Brasil juga mengembangkan tehnik bermain bolanya dari lapangan futsal dan akhirnya Brasil terus menjadi pusat futsal dunia.
Permainan ini sekarang dimainkan dibawah perlindungan FIFA diseluruh dunia, dari Eropa hinga Amerika Tengah dan Amerika Utara serta Afrika, Asia, Osenia. Pertandingan futsal internasional pertama diadakan pada tahun 1965, Paraguai menjuarai Piala Amerika Selatan pertama. Enam perebutan Piala Amerika Selatan berikutnya diselenggarakan hingga tahun 1979, dan semua gelaran juara disapu Brasil. Brasil meneruskan dominasinya dengan meraih Piala Pan Amerika pertama tahun 1980 dan memenangkan lagi pada perebutan berikutnya tahun 1984. Kejuaraan Dunia Futsal pertama diadakan atas bantuan FIFUSA (sebelum anggota-anggotanya bergabung dengan FIFA pada tahun 1989) di Sao Paulo, Brasil, tahun 1982, berakhir dengan Brasil di posisi pertama. Brasil mengulangi kemenangannya di Kejuaraan Dunia kedua pada tahun 1985 di Spanyol, tetapi menderita kekalahan dari Paraguay dalam Kejuaraan Dunia ketiga tahun 1988 di Australia.
Dewasa ini olahraga futsal mengalami perkembangan yang sangat pesat, hampir di semua umur menyukai permainan futsal terkhususnya pada kawula muda. Hal ini di buktikan dengan banyaknya muncul tim-tim futsal yang di bentuk oleh kawula muda, ada yang membentuknya karena hanya ingin sekedar menyalurkan hobi dan ada juga karena ingin berprestasi. Seperti halnya tim futsal Viking fc yang di bentuk di Kabupaten TAKALAR dengan tujuan untuk menarik minat untuk bermain futsal dan juga dapat berprestasi sehingga dapat mengangkat moral anak muda di Kabupaten TAKALAR itu sendiri.
Untuk tetap dapat bergerak dengan menampilkan teknik yang baik dalam olahraga futsal, setiap pemain juga dituntut memiliki daya tahan yang baik, baik itu daya tahan jantung, paru-paru maupun daya tahan otot agar tetap bisa menjaga performa yang baik dalam permainan. Namun terkadang yang menjadi masalah untuk jenis olahraga yang berdurasi lebih dari 20 menit seperti futsal mengenai pasokan energi cadangan. Sebab diketahui bahwa bila energi cadangan pada setiap atlet kurang, itu bisa berpegaruh negative pada atlet itu sendiri dan secara tidak lamgsung juga bisa mempengaruhi tim itu sindiri. Namun dalam suatu permainan futsal di butuhkan yang namanya latihan untuk penyempurnaan suatu gerakan dan ketahanan fisik.
Di dalam olahraga jenis manapun, latihan merupakan suatu keharusan jika ingin di capai hasil yang optimal.Di dalam olahraga futsal, terdapat berbagai jenis latihan fisik salah satunya adalah latihan kecepatan atau lari. Lari merupakan sebuah latihan fisik menggunakan kekuatan utama adalah kaki.Ketika berlari maka otot kaki dilatih untuk secara kuat menapak dan terus berlari tanpa henti.Selain melatih kekuatan kaki, ketika berlari seseorang juga berlatih pernapasan.Di dalam olahraga futsal dibutuhkan kemampuan kaki untuk berlari sepanjang waktu pertandingan.Sehingga dengan berlatih lari, seorang pemain diharapkan mampu untuk terus berlari tanpa ada keletihan.
Berbeda dengan sprinter, pemain futsal tidak akan berlari sampai jarak 100 meter. Jarak sprint terjauh yang dilakukan pemain futsal saat pertandingan hanya berkisar 5-20 meter. Maka dari itu, akselerasi menjadi hal yang paling penting bagi kecepatan pemain futsal.
2.      Latihan
Setiap orang harus meningkatkan kualitas dirinya, dalam hal ini adalah kualitas fisik, yang harus dikembangkan secara terus-menerus. Kualitas fisik seseorang dapat berkembang jika diiringi aktivitas. Aktivitas yang dimaksud adalah aktivitas yang menunjang terhadap perkembangan fisik orang tersebut, seperti olahraga. Latihan (dalam konteks olahraga) adalah aktivitas manusia yang menunjang terhadap pemenuhan kebutuhan fisiknya. Dan juga sangat banyak pendapat tentang latihan di antaranya, Latihan adalah proses berlatih secara sistematis yang dilakukan secara berulang-ulang dengan beban latihan yang kian bertambah (Harsono, 1998: 17). Hal senada juga di kemukakan oleh Mosston (1992: 9) bahwa latihan merupakan pelaksanaan gerakan secara berulang-ulang dan berurutan. Pada prinsipnya latihan adalah memberikan tekanan fisik secara teratur, sistematik, berkesinambungan sedemikian rupa sehingga dapat meningkatkan kemampuan fisik di dalam melakukan aktivitas (Fox, 1993: 69).
 Pendapat lain mengenai pengertian latihan adalah proses sistematis dari kerja fisik yang dilakukan secara berulang-ulang dengan menambah jumlah beban pekerjaannya. Latihan fisik merupakan pemberian beban fisik  pada tubuh secara teratur, sistematis dan berkesinambungan melalui program latihan yang tepat (Astrand, 1986: 11). Menurut powers (2007: 53), latihan fisik adalah aktivitas fisik yang dilakukan secara terencana dengan tujuan untuk meningkatkan dan memelihara kebugaran fisik.
Latihan fisik sebaiknya dilakukan sesuai dengan kemampuan tubuh dalam menanggapi stress yang di berikan, bila tubuh diberi beban latihan yang terlalu ringan maka tidak akan terjadi proses adaptasi (sugiharto, 2003: 4). Demikian juga jika diberikan  beban latihan yang terlalu berat dan tubuh tidak mampu mentolerir, akan menyebabkan terganggunya proses homeostasis pada sistem tubuh dan dapat mengakibatkan kerusakan. Setiap latihan fisik atau latihan akan menimbulkan respon atau tanggapan dari organ-organ tubuh terhadap dosis atau beban latihan yang diberikan, hal ini merupakan usaha penyusaian diri dalam rangka menjaga keseimbangan lingkungan stabil atau bisa disebut juga dengan homeostasis (sugiharto, 2003:7). Dalam latihan terdapat beberapa intensitas yaitu latihan intensitas sedang dan laihan intensitas tinggi. Latihan intensitas sedang adalah suatu bentuk aktifitas fisik yang melibatkan otot-otot besar dan di lakukan dalam intensitas yang cukup sedang serta dalam waktu yang cukup lama (Sherwood,2001:9) aktifitas fisiknya yaitu jogging, renang dan bersepeda dan latihan intensitas tinggi adalah bentuk latihan kardio yang menggunakan kombinasi antara latihan intensitas tinggi dan intensitas sedang dalam selang waktu tertentu salah satu latihan anaerobic untuk membakar kalori dan meningkatkan kekuatan dan kebugaran fisik. Glikolisis  anaerobic sumber utamanya adalah glikogen atau glukosa, sehingga glukosa akan menurun.
3.      Glukosa
Dua bentuk karbohidrat yang di gunakan tubuh sebagai energi adalah glukosa darah dan glikogen otot (Fox,1993:178). Glukosa merupakan bentuk karbohidrat yang paling penting. Glukosa merupakan karbohidrat dalam makanan yang di serap dalam jumlah yang besar kedalam darah serta di konversikan di dalam hati (Mayes,2000:7). Glukosa dalam tubuh di pecah untuk menyediakan energy pada sel atau jaringan dan dapat di simpan dalam simpanan energy dalam sel, sebagai glikogen (Pocock,2004:11).
Glukosa merupakan bahan bakar utama bagi jaringan tubuh yang pada akhirnya di gunakan oleh sel tubuh untuk membentuk ATP. Walaupun banyak sel tubuh yang banyak menggunakan lemak sebagai sumber energy, saraf dan sel darah mutlak memerlukannya (Marieb,2007:300). Jadi, glukosa merupakan bentuk dasar bahan bakar karbohidrat yang di pakai dalam tubuh ( Patellongi,2000:93).
a)      Absorbsi Glukosa
 Absorbsi adalah suatu proses zat makanan ke dalam darah dan hati ke dalam usus. Karbohidrat sebagai sumber glukosa, dalam usus halus di cerna menjadi disakaridase, yaitu sukrosa, maltosa dan laktosa. Kemudian disakaridase yang terbentuk di Brush border usus halus selanjutnya menguraikan disakaridase ini menjadi monosakaridase yang dapat di serap, yaitu glukosa, galaktosa dan fruktosa (Sherwood,2001:214).
Glukosa merupakan jenis monosakarid yang paling banyak diabsorbsi oleh usu, biasanya mencakup 80% dari kalori karbohidrat yang di absorbsi. Alasannya adalah bahwa glukosa merupakan produk pencernaan akhir dari makanan berkarbohidrat akhir yang paling banyak, yaitu tepung. Sisanya 20% monosakarida yang diabsorbsi terdiri dari galaktosa dan fluktosa (Guyton,2006:74).
Glukosa di serap dalam usus melalui dua tahap, yaitu masuknya glukosa melewati membrane apikal usus ke dalam sel epitel dan kemudian dari sel epital masuk melewati membrane basal. Absorbsi glukosa melewati membrane apikal difasilitasi oleh sodium-dependent glucose transporter (SGLTI), sedangkan pada membrane basalis difasilitasi oleh transporter glukosa (GLUT2) (Boron,2005:592).Masuknya glukosa pada membrane apikal, melalui SGLTI dengan cara transport aktif. Sebab masuknya glukosa ke dalam sel epitel usus, terjadi melawan gradient konsentrasi glukosa. Glukosa masuk melewati membran basalis di beri energy oleh gradient elektrokimia Na+, yang mana pada gilirannya dipelihara oleh tekanan Na+  yang melewati membrane basolateral dengan pompa Na-K. Sistem transport glukosa dengan Na+ ini adalah salah satu contoh transport aktif sekunder. Sedangkan masuknya glukosa melewati membran basalis terjadi secara diffuse fasilitatif melalui GLUT 2 (Boron,2005:952).
Glukosa pada dasarnya ditransport oleh mekanisme ko-transport natrium. Pada keadaan tidak ada transport natrium melewati membran, tidak ada glukosa yang diabsorbsi (Guyton,2006:75). Konsentrasi ion Na+ yang tinggi pada permukaan mukosa sel usus mempermudah influks glukosa ke  dalam sel-sel epitel, sedangkan konsentrasi yang rendah akan menghambat influks glukosa kedalam sel-sel epitel, ini disebabkan karena glukosa dan Na+ menggunakan kotransporter yang sma atau simport, Sodium dependent glucose transporter (SGLT) (Ganong,2005) Na+ bergerak ke dalam sel sesuai dengan beda konsentrasinya. Glukosa bergerak bersama Na+ dan di lepaskan di dalam sel. Na+ diangkut ke dalam ruang interseluler laeral, dan glukosa diangkut oleh GLUT 2 ke dalam interstisium lalu masuk ke dalam kapiler (Ganong,2005:285).
b)     Metabolisme Glukosa
Glukosa merupakan produk utama dari pencernaan karbohidrat dan gula dalam sirkulasi.Paling sedikit 95 persen dari seluruh monosakarida yang beredar di dalam darah merupakan produk perubahan akhir, yaitu dalam bentuk glukosa.Glukosa dalam tubuh juga dapat dari beberapa sumber. Pertama, glukosa berasal dari makanan yang berupa gula atau karbohidrat yang kemudian dicerna menjadi glukosa dan gula sederhana yang lain. Kedua, glukosa disentesa dari sumber energy yang lain terutama oleh hati yang di kenal dengan glukoneogensis. Ketiga, glukosa yang tersimpan dalam hati, otot dan jaringan lain dalam bentuk glikogen (Dugi, 2006).
Glukosa yang terabsorbsi dalam usus halus di transport kehati melalui vena porta hepatica. Kemudian disimpan dalam hati sebagai glikogen atau dilepas kedalam darah untuk di transport  ke sel lain-lain. Glukosa dapat di ubah menjadi lemak oleh hati dan jaringan adipose jika ada kelebihan glukosa.Sebelum glukosa dapat dipakai oleh sel-sel jaringan tubuh, glukosa harus di transport melalui membrane masuk kedalam sitoplasma sel. Glukosa yang masuk dalam sel, segera difosforilasi menjadi glukosa 6-fosfat. Glukosa 6-fosfat ini kemudian akan dipolimerisasi menjadi simpanan glukosa sebagai glikogen atau dikatabolisme. Proses pembentukan glikogen di sebut glikogenesis, dan pemecahan glikogen disebut glikogenelisis (Ganong, 2005: 289).
Sel otot menyimpan glikogen yang nantinya digunakan oleh otot skelet sendiri, dan tidak ikut secara langsung dalam kontribusi regulasi glukosa darah.Kadar glukosa darah juga terimbas oleh glikogen otot secara tidak langsung. Hal ine terjadi ketika glikolisis anaerobic terjadi di otot, maka asam laktat yang terbentuk akan ikut aliran darah dan masuk ke hepar, yang kemudian akan di ubah menjadi glukosa dan selanjutnya :
Ø  Glukosa dapat dikembalikan ke darah sebagai glukosa darah,
Ø  Digunakan hepar sebagai bahan bakar,
Ø  Diubah menjadi glikogen dan disimpan sebagai glikogen hepar.
c)      Glukosa dan Metabolisme Energi
            Energi di perlukan untuk proses fisiologis yang berlangsung dalam sel-sel tubuh. Proses ini meliputi kotraksi otot, pembentukan dan penghantaran impuls syaraf, sekresi kelenjar, produksi panas untuk mempertahankan suhu, mekanisme transport aktif dan berbagai reaksi sintesis dan degradasi (Sloane,2004:300)
Sumber energy tubuh berasal dari karbohidrat, lemak dan protein. Sumber energy ini di pakai oleh sel untuk membentuk sejumlah besar dan ATP dan ATP di pakai sebagai sumber energy untuk berbagai fungsi sel.ATP adalah senyawa fosfat yang berenergi tinggi yang menyimpan energy untuk tubuh. ATP terbentuk dari Nukleitida adenosine di tambah dengan gugus fosfat dalam ikatan yang berenergi tinggi. Hidrolisis ATP melepaskan satu fosfat menjadi ADP dan melepaskan energy. Pelepasan fosfat kemudian akan menjadi AMP yang melapaskan banyak enrgi . energy yang di lepas dari katabolisme makanan di pakai oleh ADP untuk membentuk ATP sebagai simpanan energy. System ATP-ADP adalah cara utama pemindahan energy dalam sel (Sloane,2004:300).
Glukosa yang masuk ke darah akan masuk ke dalam system portal hati sebagian glukosa akan di simpan sebagai cadangan sumber energy di hati sebagai glikogen dan sebagaian lagi akan di sebarkan keseluruh tubuh. Glukosa masuk ke  sel hati dengan cara difusi di permuudah (facilitated dffision). Kemudian glukosa melalui sistem aerobic dan glikolisis anaerobic diubah menjadi ATP (Guyton2006:838).
d)     Homeostatis Glukosa Darah
Konsentrasi glukasa dalam darah memegang peranan penting pada metabolism energy (Agamemnon,2000. Menurut piliang (1996), kadar glukosa darah yang konstan dipertahankan setiap saat, yaitu homeo statis gulam dalam darah di capai melalui beberapa mekanisme yang mmengatur kecepatan konversi glukosa menjadi glikogen atau menjadi lemak untuk simpanan, dan di lepaskan  kembali dari bentuk simpanan yang kemudi di konversi menjadi glukosa yang masuk ke dalam system peredaran darah (Asril,2002:29).
Hepar penting dalam mempertahan kadar glukosa adarah. Kelebihan glukosa dalalm darah akan disimpen dalam hepar dalam bentuk glikogen melalui glikogenesis, dan bila kadar glukosa darah menurun glikogen akan di ubah kembali menjadi glukosa dan di lepaskan ke dalam sirkulasi (Mayes,2000:3).
Bila kadar glukosa jatuh di bawa normal, di hepar akan terjadi proses glukoneogenesis. Glukosa yang di hasilkan berasal dari asam amino dan gliseral, sehingga kadar glukosa darah dapat relative normal, karena mempertahankan kadar glukosa darah normal penting untuk jaringan otak dan eritrosit (Guyton,2006:838).
Menurut Guyton (2006:834), mekanisme yang di pakai dalam pengaturan kadar glukosa darah melibatkan:
Ø  Pengaturan kadar glukosa darah sangat tergantung pada keberadaan penyimpanan glikogen di hati. Jike kadar glukosa darah rendah, glikogen di hati akan di pecah menjadi glukosa melalui proses glikogenesis dan kemudian mengalir di darah untuk di kirim ke  otot rangka, dan organ lain yang membutuhkannya, dan jika kadar glukasa darah tinggi, glukos akan di serap oleh jaringan dengan bantuan hormone insulin.
Ø  Peran insulin dan glikogen adalah sebagai system pengatur umpan balik untuk mempertahankan konsentrasi glukosa darah agar normal. Bila konsentrasi glukosa darah meningkat tinggi, maka timbul sekresi insulin, insulin selanjutnya akan mengurangi konsentrasi gula darah akan kembali kenilai normal.


4.      Pengaruh Latihan Fisik Terhadap Glukosa Darah
a)  Pengaruh Latihan Fisik  Intensitas Sedang Terhadap Glukosa Darah
Pada latihan  fisik  submaksimal yang  berdurasi  lebih  dari  20 menit,glukosa merupakan sumber energy yang dominan. Pada latihan fisik intensitas sedang postabsorbsi terjadi keseimbangan antara peningkatan utilisasi glukosa. Sedangkan pada penelitian yang di lakukan pada sakamoto (1999) latihan dengan intensitas sedang dapat menurunkan kadar glukosa darah. Pada kadar glukosa darah berhubungan dengan peningkatan glukosa transporter karena simulasi oleh hormone insulin.
Latihan aerobic 30-60 menit dengan 60-70% VO2 maks dapat secara signifikan menurunkan konsentrasi glukosa darah (Henriksen,2002:788). Guelfi (2007:292) menjelaskan bahawa pada latihan dengan intensitas sedang dapat menurunkn tingkat glukosa darah lebih besar dari pada latihan dengan intensitas tinggi. Penurunan kadar glukosa darah pada intensitas sedang lebih besar dari pada intensitas tinggi disebabkan karena peningkatan jumlah hormone katekolamin growth hormone yang lebih besar pada latihan dengan intensitas tinggi sehingga dapat meningkatkan gula darah.Sedang pada hasil penelitian yang dilakukan pada herawati (2004:22), menyimpulkan bahwa latihan fisik intensitas sedang interval dan kontinyu dapat menurunkan penurunan glukosa darah pada 20-60 pospandrial, tetapi tidak meningkatkan penurunan kadar glukosa darah pada 60-120 menit pospandrial. Dan pada penelitian pada Asril (2002:19), latihan intensitas anaerobic dengan pemberian gula 60gr/200 ml gula darah menurun baik atlet maupun non atlet.
b)  Pengaruh Latihan Intensitas Tinggi Terhadap Glukosa Darah
 Latihan fisik dengan intensitas tinggi dan dalam waktu yang pendek (2-20 detik) produksi ATP didominasi oleh system ATP-PC sehingga kadar glukosa darah relative konstan. Sedangkan bila aktifitas lebih dari 20 detik produksi ATP didominasi oleh glikolisis anaerobik. Glikolisi anaerobic sumber utamanya adalah glikogen atau glakosa, sehingga glukosa darah akan menurun. Pada aktivitas intensitas tinggi lebih dari 45 detik produksi ATP berasal dari kombinasi ATP-PC, glikolisis anaerobik dan sistem aerobik.
 Selama latihan dengan intensitas tinggi, sumber energy kontraksi otot di dominasi oleh karbohidrat (glikogen atau glukosaa) (power, 2007: 64). Latihan fisik intensif untuk waktu yang singkat  seperti pada olahraga sprint atau olahraga repetisi yang singkat dengan waktu istirahat yang singkat pula, sistem energi yang digunakan aerobik. Oleh karena itu latihan fisik ini hampir seluruhnya tergantung pada glukosa dan glikogen sebagai sumber energi untuk latihan (Marliss, 2002: 272)
Pada latihan fisik intensitas tinggi, 40% glukosa darah diambil yang akan mengakibatkan hipokglikemia. Sementara Guelfi (2007), menjelaskan bahwa pada latihan intensitas tinggi dapat menurunkan kadar glukosa darah namun lebih kecil di banding latihan dengan intensitas sedang. Hal ini disebabkan, pada latihan intensitas tinggi selain terjadi peningkatan uptake glukosa juga terjadi konter regulasi glukosa darah oleh peningkatan glukoneogensis, peningkatan produksi katekolamin dan hormone pertumbuhan. Sementara glukogen dan kortisol lebih sedikit menurun pada latihan intensitas tinggi.
B.  Kerangka Berfikir
Mengacu pada referensi yang telah dikemukakan pada tinjauan pustaka telah diuraikan teori-teori yang berkaitan dengan pelaksanaan penelitiaan sekaligus dijadikan sebagai landasan dalam melakukan penelitian.Dilakukan penelitian ini diharapkan untuk mengetahui perbedaan pengaruh latihan intensitas sedang dan latihan intensitas tinggi terhadap kadar gula dalam darah. Dengan memperhatikan uraian pada tinjauan pustaka maka penulis menarik kerangka pikir sebagai berikut :

Tim Futsal ViKING FC Kab.Takalar
Latihan Intensitas Sedang


Sistem Energi

Latihan Intensitas Tinggi


Glukosa Darah (-)

Glukosa Darah (- -)

 




Gambar 2.1  Kerangka berpikir
Berdasarkan landasan teori diatas maka peneliti berasumsi bahwa untuk mengetahui kadar glukosa darah seseorang dilakukan pengukuran glukosa dengan menggunakan setrip glukosa pada atlet futsal VIKING FC KABUPATEN TAKALAR.

C.  Hipotesis
Berdasarkan dengan tinjauan pustaka yang telah dikemukakan dari berbagai referensi yang telah ada di atas dan kerangka berfikir yang telah digambarkan di atas, maka penulis dapat menerik sebuah kesimpulan bahwa “ada perbedaan pengaruh latihan intensitas sedang dan latihan intensitas tinggi terhadap kadar glukosa darah pada tim futsal Viking Fc”. Adapun hipotesis yang di uji adalah sebagai berikut:
H0 = 1 = 2 = 0
Ha = 1 2  0
Keterangan:
Hipotesis nol             : H0 = 1 = 2 = 0 (tidak berbeda)
Hipotesis alternative : Ha = 1 2  0 (berbeda)