Generasi Emas
Dijalan mereka berteriak dengan lantangnya
saat para pejuang terlelap dengan selimut tebal birokrasi
binatang jalan masih terus mengaung
dunia tak lagi realstis
sebagian telah mnjadi terbalik
mereka yang pernah menjadi pejuang telah diam
mereka yang dulu idealis kini tak lagi jadi kawan
sejarah hanyalah cerita dongeng
nyanyian sebelum tidur oleh anak cucu
reformasi hanya kisah klasik
dengan barisan judul bukunya
kami yang lahir di musim semi
masih terus bertanya bersama keambiguan sejarah
berteriak tak jelas, mebela mereka entah siapa yang benar
tapi itulah kami
berjuang menciptakan sejarah sendiri
tanpa ada distorsi buat generasi pelanjut
karena kamilah generasi emas bangsa ini
Kawan,,,
Jangan dengar kata mereka
mereka hanyalah mereka
kita adalah kita
mereka punya sejarah
kitapun harus punya sejarah
karena kita milik bangsa Indonesia
Search results
Showing posts with label Umum. Show all posts
Showing posts with label Umum. Show all posts
Saturday, February 20, 2016
Friday, February 27, 2015
DILEMA
MELAWAN DILEMA
Arus
interfensi menghantam dari segala arah dan segala sudut, sehingga akal
kehabisan cara untuk berkarya apalagi melawan. Derasnya arus tersebut
berkecamuk dalam hati dan pikiran seakan bertanya aku harus bagaimana.
Perbedaan Ideology menjadi momok sentral tak bertemunya antara satu keinginan
dengan keinginan yang lain. Itulah yang terjadi….
Sadar
akan dimana kita bernaung? dan dimana kita berharap saat ini dan nantinya? hal yang paling sulit untuk diterima jika
melihat realita yang terjadi. Aku bernaung di bawah bendera biru, aku bernaung
dibawah birokrasi yang sulit untuk di goyahkan.
Kita
memang terikat dengan yang namanya aturan, namun salahkah jika aku bertahan
dengan kesadaran akan hak priogratifku. Beraduknya beberapa beban pikiran
menjadi bentuk dilematis besar yang memerlukan satu pilihan yang tepat. Apakah
nantinya ketika lahir suatu kesimpulan dari renungan akan sesuai dengan
keinginan mereka ataukah kontradiksi dengan mereka ? sulit untuk menetukan…..
Berpacu
dengan waktu, sadar atau tidak sadar, mau atau tidak mau kita pasti akan butuh
dengannya. Kita akan berharap kepadanya, sebab kita berada saat ini di antara
himpitan kepentingan pribadi dan orang lain. Yahhh,, orang lain dalam hal ini
adalah orang tua. Mereka mengaharap buah hatinya mampu meraih selembar kertas
yang berisikan kata LULUS dari dimana kita bernaung saat ini. Pribadi pun
demikian…
Saat
ini memang masih minim harapan kita terhadap mereka, tapi untuk meraih selembar
kertas itu akan sangat besar harapan
kita.
Teringat
pesan bijak dari seorang dosen yang mengatakan “ jangan terlalu kagum akan satu
sosok manusia dan jangan pula terlalu benci, karena bisa saja sosok yang engkau
kagumi akan memandangmu sebelah mata atau bahkan tidak menganggapmu sama sekali
dan bisa saja sosok yang kau benci akan menganggapmu ada dan menghargai
keberadaanmu”. Sebuah pesan yang sangat bijak menurut hematku….
Dari
pesan itu tersirat sebuah makna yang sangat dalam dan cenderum radikal menurut
pikiran itu dikarenakan kita harus mengubah konsep IDEALISME.
“DILEMA MEMBUATKU KENAL AKAN DIRIKU DAN
LINGKUNGANKU”
(RH)
BERSAMBUNG………….
Subscribe to:
Posts (Atom)