GOOGLE

Search results

Showing posts with label Makassar. Show all posts
Showing posts with label Makassar. Show all posts

Tuesday, March 15, 2016

Selayang Pandang PRODI IKOR

  Selayang Pandang PRODI IKOR
 
Salah satu Perguruan Tinggi Negeri yang berkedudukan di Kota Makassar adalah Universitas Negeri Makassar. Lembaga pendidikan tinggi ini didirikan pada tanggal 1 Agustus 1961 sebagai Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan dalam lingkungan Universitas Hasanuddin. Kemudian pada tanggal 5 Januari 1965 diubah menjadi Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Makassar (IKIP Makassar) yang selanjutnya sesuai dengan perubahan Kota Madya Makassar menjadi Kota Madya Ujung Pandang, diubah lagi menjadi IKIP Ujungpandang, dengan tugas utama mengembangkan ilmu pengetahuan, serta mencerdasakan kehidupan bangsa, yang merupakan bagian dari system pendidikan nasional.
Universitas Negeri Makassar memiliki beberapa Fakultas dan Program Studi, salah satunya adalah Progran Studi Ilmu Keolahragaan. Program Studi ini didirikan berdasarkan SK.DIKTI Dirjen Dikti No.174/Dikti/Kep/1999, tanggal 26 April 1999. Diperkuat oleh Surat Keputusan Rektor No. 3744/J38.H/HK/2003 tanggal 22 Agustus 2003, yang ditandatangani oleh Pejabat Prof.Dr.H.M.Idris Arif, MS, NIP. 130 240 793. Sejak berdirinya Program Studi Ilmu Keolahragaan telah melakukan beberapa kegiatan dalam rangka upaya perbaikan proses belajar mengajar dan peningkatan mutu lulusan program studi dan mencapai status akreditasi. Upaya yang dilakukan dalam kurun waktu lima tahun terakhir diuraikan dalam Evaluasi Diri Program Studi, yang bukti fisiknya dituangkan dalam Borang Akreditasi.
Berdasarkan perubahan status dari IKIP Ujungpandang menjadi Universitas Negeri Makassar, maka perguruan Tinggi ini mendapat perluasan mandat dengan kewenagan tidak hanya terbatas kepada pengembangan ilmu-ilmu keguruan dan kependidikan tetapi juga mencakup sejumlah disiplin ilmu pengetahuan, teknologi, kesehatan jasmani dan keolahragaan, dan seni.
Perluasan mandate (wider mandate) tersebut membawa konsekuensi logis pada perumusan dan penetapan visi, misi dan tujuan UNM. Sesuai dengan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional No 025/0/2002 Tanggal 8 Maret 2002 tentang Status UNM pada pasal 2 bahwa visi UNM sebagai pusat pendidikan, pengkajian, dan pengembangan pendidikan, sains, teknologi, dan seni berwawasan kependidikan.
Visi UNM adalah sebagai pusat pendidikan, pengkajian, dan pengembangan pendidikan. Misi UNM adalah : (a) menghasilkan sumber daya manusia professional dibidang kependidikan dan non kependidikan; (b) menciptakan iklim dan budaya akademik yang kondusif bagi mahasiswa; (c) memberikan layanan kepada masyarakat luas untuk peningkatan kualitas hidup masyarakat, bangsa, dan Negara ; (d) mengembangkan lembaga (Universitas) menjadi teaching and research university yang dapat memenuhi kebutuhan pembangunan bangsa. Yang dapat memenuhi kebutuhan pembangunan bangsa.
Fakultas Ilmu Keolahragaan sebagai salah satu Fakultas dalam lingkungan UNM, ditugaskan untuk membina bidang-bidang ilmu keolahragaan baik yang bersifat kependidikan maupun non kependidikan sesuai dengan visi dan misinya. Visi Fakultas Ilmu Keolahragaan adalah menjadi pusat pendidikan, pengkajian dan pengembangan IPTEKS bidang keolahragaan yang berwawasan kewirausahaan berbasis ekonomi kerakyatan bernafaskan keagamaan yang terkemuka di Indonesia. Sedangkan misinya adalah: (a) menghasilkan sumber daya manusia profesional kependididkan dan non kependidikan di bidang keolahragaan, yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, sehat jasmani dan rohani, mendiri cerdas dan bertanggung jawab atas kepentingan bangsa dan negara, (b) menciptakan iklim dan budaya akademik yang kondusif bagi mahasiswa untuk menyelesaikan studi tepat waktu, memelihara lingkungan kampus dan menumbuhkembangkan kemampuan sosial, kemasyarakatan dan kemandiriannya, (c) memberikan layanan kepada masyarakat luas dalam bidang keolahragaan, (d) mengembangkan lembaga FIK UNM menjadi “TEACHING AND REASEARCH CENTER” dalam bidang keolahragaan.
Berdasarkan visi dan misi di atas, maka Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar bertujuan untuk: (a) Mempersiapkan mahasiswa untuk menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik yang propfesional dalam bidang ilmu-ilmu keolahragaan baik Pendidikan Jasmani (Kependidikan) maupun Ilmu Keolahragaan (Non kependidikan). (b) Mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu-ilmu keolahragaan (Pendidikan Jasmani dan Ilmu Olahraga) dan pemanfaatannya dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat. (c) Memberikan kemampuan dan keterampilan pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat dibidang Pendidikan Jasmani, Kepelatihan dan Ilmu Keolahragaan dalam memilih cara pemecahan masalah. Fakultas Ilmu Keolahragaan membina 4 (empat) jurusan yakni: Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (Penjaskesrek), Pendidikan Kepelatihan (Kepelatihan), Pendidikan Olahraga (Pendor), dan Ilmu Keolahragaan (IKOR).
Program Studi Ilmu Keolahragaan S-1, selanjutnya disingkat PS. IKOR S-1 sebagai penghasil tenaga Non Kependidikan, lulusannya memiliki kualitas yang mampu bersaing di pasar kerja regional, nasional dan dapat berupaya untuk menyesuaikan diri dalam kompetisi pasar kerja internasional. Menyelenggarakan pendidikan sarjana secara propesional dan memenuhi kebutuhan masyarakat. Menggiatkan riset problem-solving, riset disipliner, dan riset multi disipliner dalam bidang Ilmu Keolahragaan sesuai dengan filosofi olahraga sebagai pelayanan ilmu pengetahuan dibidang olahraga. Aktifitas-aktifitas pengabdian masyarakat lebih sering dilakukakan, untuk lebih meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap pembelajaran Ilmu Keolahragaan.
(http://ikorfikunm.blogspot.co.id)

Sunday, March 6, 2016

Gerilyawan Kecil



Gerilyawan Kecil

Seorang anak kecil termenung sendu

Mengikat lutut dengan lengan tersimpul

Sesekali menatap gedung diseberang jalan

Menatap dengan tatapan kosong

Ia mengelus dada menelan ludah



Selembar ijazah dan buku menjadi teman

Bergeriliya mencari nafkah

Menyambung hidup meski tak nyaman

Melawan takdir meskipun susah



Ia ingin belajar

Ia ingin cerdas

Namun ia sadar

Bahwa pendidikan terlalu mahal untuk dirinya
Bahwa Pendidikan terlalu jahat untuk dirinya



Wahai engkau gerilyawan kecil

Jangan berkecil hati

Rakyat kecil akan menjadi besar

Engkau akan menjadi cerdas

Tanpa harus di gedung itu

Bersama dengan tekad kuatmu

Engkau pasti akan mengubah peradaban ini

Pagi yang Ribut



Pagi yang Ribut

Embun mulai tersapu mentari
Sinar surya penerang semesta
Kicauan camar mulai ramai
Begitupun roda-roda mulai bisingkan kota
Sementara ku masih di perbaringan

Tubuh seakan enggan terbangun
Masih berlilit selimut kegundahan
Seakan enggan menyaksikan hari-hari
Yang penuh dengan keributan

Bagaimana tidak.....
Dari Hulu hingga ke hilir semua ribut
Ada yang ribut soal uang
Ada yang ribut soal kepentingan
Bahkan ada yang ribut berebut hak orang lain

Aku tersadar lalu bangkit
Jika mereka ribut dengan kepentingan
Tanpa peduli karena siapa mereka bisa ribut
Tanpa mengingat karena siapa mereka makan
Dengan sadarnya mereka berebut hak orang lain
Yang telah menjadikannya tukang ribut
Kalaulah aku masih saja diperbaringan ini
Maka
Siapa yang akan mengubah bangsa ini
Siapa yang akan memberikan kedamaian di negeri ini
Siapa yang akan menegur mereka yang mengamnesiakan diri
Kalau bukan aku bersama kawan-kawanku yang masih cinta ibu pertiwi

Wednesday, March 2, 2016

UNM Menanti Pemimpin


UNM Menanti Pemimpin
(Kemaslahatan Mahasiswa Adalah Prioritas Utama)
Tanggal 3 Maret 2016 UNM menggelar pesta Demokrasi yakni pemilihan Rektor UNM untuk menggantikan Rektor periode 2012-2016 Prof. Dr. H. Arismunandar, M.Pd. Memperebutkan 140 Suara yang terdiri dari 98 suara senat dan 51 suara Menteri. Proses pemilihan rektor telah dilakukan oleh panitia pelaksana yang di komandoi oleh Prof. Amin Rasyid telah melakukan penyaringan bakal calon rektor dari enam calon menjadi tiga calon. Bakal calon tersebut antara lain Prof. Dr. Husain Syam, M. TP, (Dekan Fakultas Teknik UNM), Dr. Syarifuddin Dolla, M.Pd, (Dekan Fakultas Bahasa dan Sastra UNM), Prof. Dr. H. M. Wasir Thalib, MS, (Kepala LPMP Prov. Sul-Sel), Prof. Dr. Jasruddin, M,Si, (Direktur Pascasarjana UNM) Prof. Dr. Hamzah Upu, M.Ed, (Mantan Dekan Fakultas MIPA UNM) Prof. Dr. H. Heri Tahir, S.H, M.H., (Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan UNM).
            Proses penyaringan bakal calon menjadi calon rektor dilaksanakan pada tanggal 2 Februari 2016 lalu, proses penyaringan tersebut di menangkan oleh (1) Prof. Dr. Husain Syam, M. Tp dengan 35 Suara  (2) Prof. Dr. H. M. Wasir Thalib, MS (24 Suara) dan (3) Prof. Dr. H. Heri Tahir, S.H, M.H (16 Suara) dari 98 suara senat.
             Mendekati akhir dari pencarian pemimpin baru kampus orange yang bersimbol perahu phinisi ini para calon rektor sibuk bergerilya bersilaturahmi dengan petinggi-petinggi negara atapun provinsi khususnya menteri Riset,Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Sebab suara menteri akan menjadi penentu terpilihnya rektor baru universitas tidak terkecuali Universitas Negeri Makassar. Suara Menteri sangat berpengaruh dalam pertarungan menuju kursi istana Phinisi karena memeiliki wewenang 35 %  atau 51 suara. Oleh karena itu, calon-calon rektor sibuk melakukan pendekatan baik secara personal maupun secara kelembagaan.
            Sementara itu, Mahasiswa hanya bisa menjadi penonton pada pertarungan Rektor dan hanya mampu berharap kepada para calon rektor lebih mengedepankan kepentingan mahasiswa Universitas Negeri Makassar daripada kepentingan lainnya. Mahasiswa yang notabene adalah bagian penting dari universitas perlu perhatian lebih sehingga alur-alur akademik bisa termenej dan berjalan dengan baik.
            Sembari menanti pemimpin baru UNM, doa dan harapan atas keresahan mahasiswa adalah kebijakan akademik dan lembaga kemahasiswaan lebih memihak kepada mahasiswa. Perealisasisan Uang Kuliah Tunggal (UKT) harus dijadikan sebagai Prioritas utama semua calon karena dengan terealisasinya UKT secara benar maka segala kebijakan-kebijakan lainnya akan berjalan baik dan benar pula. Seperti pembenahan sarana dan prasarana kampus, Transparansi Dana Lembaga Kemahasiswaan dan lain sebagainya. Sebagai keterwakilan Mahasiswa berpendapat bahwa UKT boleh saja mahal,besar atau tinggi asalkan berbanding lurus dengan pembenahan sarana dan prasarana kampus dan Lembaga Kemahasiswaan tidak lagi mengemis,marah menuntut hak-hak mereka. Harapan tersebut jelas beralasan, Dengan sarana dan prasarana yang mendukung maka proses belajar mengajar akan lebih baik dan dengan transparansi dana kemahasiswaan akan meningkatkan kreativitas Lembaga Kemahasiswaan yang lebih inovatif dalam menjalankan kepengurusan.
            Rekomendasi tersebut untuk semua calon rektor Universitas Negeri Makassar yang nantinya akan menjadi orang nomor satu di universitas. Kemaslahatan mahasiswa adalah poin utama dalam menjalankan amanah sebagai Rektor Universitas Negeri Makassar untuk mencapai tujuan UNM yang berdaya saing tinggi. 

Riswandi Haris 
(Presiden Mahasiwa FIK UNM)